Bali merupakan destinasi wisata yang sangat terkenal hingga ke Belahan Dunia lain. Pesona alamnya sangat memanjakan mata, begitupun pesona dari kesenian khas Bali yang tidak kalah menyita banyak perhatian turis.

Tari Kecak Bali merupakan tari tradisional yang tercipta sekitar tahun 1930-an yang didalamnya mengandung cerita pewayangannya Ramayana. Tari kecak Bali pun merupakan tarian sakral bagi masyarakat Hindu Bali yang gerakannya dapat memanggil para Dewa, dan menjauhkan mereka dari banyak penyakit.

Selain itu Tari Kecak Bali menyimpan banyak cerita mistis di dalamnya. Tapi tidak berhenti di situ Tari Kecak Bali juga menyimpan banyak fakta-fakta menarik yang tidak banyak orang ketahui. 

Berikut dibawah ini adalah fakta-fakta menarik tari kecak yang wajib anda ketahui. Silahkan disimak dengan baik!

  1. Tanpa Alat Musik

Berbeda dengan tari tradisional lainnya yang menggunakan alat musik pengiring. Tari Kecak tidak memiliki musik pengiring, sumber musik yang dimiliki oleh tari Kecak adalah suara yang keluar dari penari tari kecak yaitu “ Cak cak cak” yang dibunyikan secara berkali-kali

Suara atau teriakan para penari ini dikeluarkan secara serirama dengan setiap gerakan tari kecak, yang memberikan kesan mistis dan sakral. Hal inilah yang membuat banyak penonton tari kecak menjadi terpukau, dan semakin menunjukan nilai seni tradisional yang tinggi.

  1. Tari Kecak Bali Mengandung Nilai Seni yang Tinggi

Tari Kecak yang dibawakan oleh 50-150 orang sangatlah jelas mengandung nilai seni yang tinggi. Setiap gerakkannya yang diperagakan oleh para menari akan serirama dengan teriakan “ cak cak cak “ para penari.

Walaupun tarian ini sebenarnya merupakan tarian sakral hindu. Para penonton yang tidak beragama hindu pun akan ikut terkesima, dan dirasa rugi bila ke Bali tanpa menonton tari Kecak.

  1. Tari Kecak Bali Memiliki Nilai Sakral Dalam Setiap Gerakan Penari

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya bahwa tari kecak merupakan tarian sakral untuk agama Hindu, kesakralan ini terdapat di ritual yang dipamerkan di gerakkan penarinya. Bahkan dalam melakukan upacara keagamaan dan hari raya Hindu Tari Kecak dipersembahkan.

Setaip gerakkan yang dilakukan oleh penari tari Kecak merupakan gerakkan ritual yang sangkat menyimpan nilai magis. Ritual tersebut memanggil roh leluhur yang disucikan, roh yang datang tersebut akan memberikan nasehat melalui mediator penari.

  1. Tari Kecak Bali Memiliki Nilai Moral

Tari Kecak Bali menyimpan pesan moral yang sangat mendalam. Tari tradisional ini memnyeritakan kesetian Dewi Sinta yang sabar mengahadapi cobaan bersama Suaminya Rama, dan Jathayu yang rela berkorban bagi siapapun yang membutuh pertolongan.

Selain pesan moral yang harus dipraktekkan. Tari Kecak Bali juga menyiratkan untuk tidak mengikuti sifat Rahwana yang serakah, hal ini sesuai seperti himbauan Hanoman yang diperagakan oleh penari di Tari Kecak Bali.

  1. Tari Kecak Pernah Mendapatkan Rekor Muri

Fakta menarik berikutnya pada tahun 2006 lalu Tari kecak Bali ini pernah mendapatkan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia) yang berhasil menampilkan sebanyak 5.555 penari dari siswa siswa di Kabupaten Badung.

Rekor MURI ini bukan hanya sebatas dari banyaknya penari tapi juga menunjukkan pada dunia bahwa tari Kecak Bali merupakan tarian tradisional milik Indonesia yang tidak dimiliki oleh negara manapun.

Rekor selanjutnya pernah di dapatkan di Tanah Lot pada tanggal 26 September 2006 yaitu sebanyak para penari asli sejumlah 5000 orang menarikan tari Kecak Bali secara bersamaan.

Penutup

Demikianlah fakta-fakta menarik Tari Kecak Bali yang semakin memperkaya nilai budaya dari Tari tradisional Bali ini.